Solusi nyeri bahu akibat otot tegang dan postur tubuh salah

Solusi nyeri bahu akibat otot tegang dan postur tubuh salah

Nyeri bahu adalah keluhan yang banyak dialami orang dewasa, terutama mereka yang bekerja dengan posisi statis dalam waktu lama. Duduk terlalu lama di depan komputer, postur tubuh salah saat tidur, hingga membawa beban berat dengan satu sisi bahu dapat memicu otot tegang yang akhirnya menimbulkan nyeri bahu. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa mengganggu aktivitas harian.

Penyebab utama nyeri bahu

Nyeri bahu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, dua penyebab paling umum adalah otot tegang dan postur tubuh salah.

1. Otot Tegang akibat Aktivitas Berlebihan

Otot bahu bisa mengalami tegang karena digunakan secara berlebihan, misalnya saat mengangkat beban berat, mengetik terlalu lama, atau olahraga intens. Kondisi ini menyebabkan serat otot menegang dan memicu nyeri.

Jika tidak ditangani, otot tegang bisa berlanjut menjadi peradangan. Hal ini membuat bahu terasa kaku, sakit saat digerakkan, bahkan dapat membatasi rentang gerak tubuh.

2. Postur Tubuh Salah

Kebiasaan duduk membungkuk atau berdiri tidak tegak seringkali menjadi penyebab nyeri bahu. Postur tubuh salah memberikan tekanan berlebih pada otot dan sendi di sekitar bahu.

Dalam jangka panjang, tekanan ini membuat otot melemah dan sendi cepat lelah. Akibatnya, bahu menjadi rentan nyeri, terutama ketika beraktivitas sehari-hari.

3. Cedera atau Kecelakaan

Cedera akibat jatuh, benturan, atau olahraga tertentu dapat memicu nyeri bahu yang cukup parah. Ligamen atau tendon bisa mengalami robekan sehingga pergerakan bahu terganggu.

Cedera yang tidak ditangani dengan benar berisiko berkembang menjadi masalah kronis. Nyeri bisa muncul terus-menerus bahkan ketika Anda hanya melakukan gerakan ringan.

4. Peradangan pada Sendi Bahu

Peradangan pada sendi bahu atau yang dikenal dengan istilah arthritis dapat menjadi salah satu penyebab nyeri bahu. Kondisi ini membuat area sendi terasa bengkak, panas, dan kaku.

Seiring waktu, peradangan bisa mengganggu fungsi sendi sehingga aktivitas sehari-hari menjadi sulit. Bahu juga bisa kehilangan fleksibilitas jika tidak segera ditangani.

5. Stres dan Ketegangan Emosional

Tidak hanya faktor fisik, stres emosional juga dapat menjadi pemicu nyeri bahu. Saat stres, tubuh secara refleks menegangkan otot-otot tertentu, terutama di area bahu dan leher.

Ketegangan otot akibat stres membuat bahu terasa kaku dan sakit. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa memperburuk masalah otot tegang yang sudah ada sebelumnya.

Klinik Nyeri punggung di jakarta

Gejala Nyeri Bahu

Nyeri bahu dapat muncul dengan berbagai tanda yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa gejala yang umum dirasakan:

  • Rasa nyeri tajam saat menggerakkan bahu
  • Bahu terasa kaku dan sulit digerakkan
  • Rasa pegal berkepanjangan meski beristirahat
  • Nyeri menjalar hingga lengan dan leher
  • Sendi bahu berbunyi saat digerakkan
  • Terasa panas atau perih di area bahu
  • Sulit mengangkat benda meski ringan
  • Otot bahu terasa lemah dan cepat lelah
  • Nyeri memburuk saat malam hari
  • Bahu tampak bengkak atau meradang

Baca juga: Tangan Kesemutan Setiap Hari? Ini Solusi dan Penyebabnya

Dampak nyeri bahu jika dibiarkan terlalu lama

Mengabaikan nyeri bahu bisa menyebabkan kondisi semakin parah. Jika tidak ditangani:

  • Sulit mengangkat tangan ke atas
  • Rasa kaku saat menggerakkan bahu (peradangan)
  • Nyeri menjalar ke leher dan punggung
  • Gangguan tidur karena posisi tidak nyaman
  • Penurunan produktivitas kerja
  • Terbatasnya aktivitas olahraga
  • Risiko postur tubuh semakin memburuk

Solusi nyeri bahu akibat otot tegang

Solusi alami nyeri bahu dengan terapi tradisional

Banyak orang memilih obat pereda nyeri sebagai solusi cepat. Namun, obat hanya meredakan sementara, bukan menyembuhkan penyebab utama. Klinik Ren Ai sebagai Klinik Akupuntur Jakarta menghadirkan solusi alami yang menyasar akar masalah nyeri bahu melalui terapi tradisional.

1. Akupuntur

Akupuntur bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh untuk melancarkan sirkulasi darah dan energi. Pada kasus nyeri bahu, jarum akupuntur ditempatkan di area bahu, leher, hingga punggung atas untuk meredakan ketegangan otot. Pasien biasanya merasakan rileks setelah beberapa sesi terapi.

2. Pijat Tuina

Pijat Tuina adalah teknik pijat tradisional Tiongkok yang fokus pada titik-titik akupresur. Terapi ini sangat efektif untuk mengendurkan otot tegang, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan fleksibilitas bahu. Banyak pasien nyeri bahu yang merasa lebih ringan setelah menjalani pijat Tuina secara rutin.

3. Bekam

Terapi bekam membantu mengeluarkan darah kotor, melancarkan aliran darah, dan mengurangi peradangan pada bahu yang sakit. Dengan sirkulasi yang lebih baik, otot tegang menjadi lebih rileks sehingga nyeri bahu berangsur hilang.

4. Moksibusi

Moksibusi menggunakan panas dari pembakaran ramuan herbal pada titik akupuntur tertentu. Panas ini membantu meredakan nyeri, meningkatkan aliran darah, serta mempercepat pemulihan otot bahu yang tegang.

Klinik Akupunktur Terdekat Jakarta

Kebiasaan sehari-hari untuk mencegah nyeri bahu

Selain terapi tradisional di Klinik Ren Ai, Anda juga bisa mengurangi risiko nyeri bahu dengan memperbaiki gaya hidup:

  • Menjaga postur duduk tegak saat bekerja
  • Melakukan peregangan setiap 1 jam sekali
  • Menghindari membawa beban berat di satu sisi bahu
  • Tidur dengan posisi yang mendukung bahu tetap rileks
  • Rutin berolahraga ringan untuk menjaga fleksibilitas otot

Baca juga: Wajah Lumpuh Sebelah Secara Tiba-Tiba? Kenali 7 Penyebab Utamanya

Mengapa memilih Klinik Ren Ai sebagai solusi nyeri bahu?

Jika Anda mengalami nyeri bahu yang tidak kunjung membaik meskipun sudah diistirahatkan atau diberi obat, jangan biarkan kondisi ini semakin parah. Dengan tenaga terapis berpengalaman dan metode tradisional Tiongkok yang aman.

Klinik Ren Ai siap membantu Anda dengan terapi akupuntur, pijat Tuina, bekam, dan moksibus. Konsultasikan segera masalah Anda bersama tim ahli kami “Via chat WhatsApp” agar nyeri bahu tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari.

FAQ

1. Bagaimana cara menghilangkan nyeri sendi bahu?

Nyeri sendi bahu bisa diatasi dengan kombinasi istirahat cukup, kompres hangat atau dingin, serta latihan peregangan ringan untuk meningkatkan mobilitas. Jika nyeri terus berlanjut, terapi akupunktur atau pijat tuina di Klinik Akupuntur Jakarta seperti Klinik Ren Ai dapat membantu meredakan rasa sakit secara alami dan efektif.

2. Bahu sakit apakah tanda kolesterol?

Bahu sakit tidak selalu menandakan kolesterol tinggi. Umumnya nyeri bahu disebabkan otot tegang, cedera, atau postur tubuh salah. Namun, kolesterol tinggi dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang kadang menimbulkan nyeri. Jika keluhan bahu disertai gejala lain seperti dada sesak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Bagaimana cara mengatasi nyeri bahu?

Cara mengatasi nyeri bahu antara lain dengan menjaga postur tubuh, menghindari aktivitas berlebihan, serta melakukan peregangan otot bahu secara rutin. Terapi tradisional seperti akupunktur, bekam, atau pijat tuina di Klinik Ren Ai juga efektif membantu melancarkan peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, dan mempercepat pemulihan secara alami tanpa efek samping berbahaya.

4. Apakah radang sendi bahu bisa sembuh sendiri?

Radang sendi bahu biasanya tidak sembuh dengan sendirinya, apalagi jika sudah berlangsung lama. Kondisi ini bisa memburuk bila tidak ditangani dengan tepat. Perawatan seperti obat anti-inflamasi, terapi fisioterapi, hingga akupunktur di Klinik Akupuntur Jakarta dapat membantu meredakan peradangan, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan fungsi gerak bahu secara bertahap.

Scroll to Top